Sabtu, 25 Juni 2016

HUTAN

HUTAN

(sudah aku bilang; 
aku tidak mau membohongi diri dan nuraniku lagi)

Senyap dipenuhi kabut putih nan tipis
Pinus yang menjulang
Semak belukar yang menghangatkannya
Dingin yang mencecap kulit hingga jiwaku
Bekukan logika dan pikiranku

Namun ada senyum kecil yang e terhembus angin pagi yang menerpa dadaku
Hangatkan hati
Menguatkan kepakan sayap-sayap kerinduan dan cintaku

Ada suara ramai namun tidaklah gaduh

Ada tatapan tajam namun tidaklah liar

Ada goresan tajam namun bukanlah kecemburuan

Namun aku tahu, ini cinta kasih dan sayang yang murni

Ia mengalir deras namun arusnya tenang dan tetap dingin

keras dipenuhi bebatuan
namun ia tetap tenang
diam seribu bahasa
seakan ibarat pepohonan dan semak belukar yang tak pernah menggangu jalan langkah di sini

Bilakah aku di puncak rerimba raya
Di hutan bebas dan alami, liar dan mencekam

Namun jiwaku terus dipenuhi bara rindu dan cinta, kasih damai, 
inginku menyatu pada alam yang telah membentuk karakter dan membesarkan diriku

Aku tak mau goyah
Ibarat kokohnya puncak ini yang terus kokoh dan memberikan keseimbangan pada kehidupan dan kedamaian

Bilakah kau akan aku miliki
Jadikan belahan jiwa dalam hidupku nanti
Oh Adinda Nahdiya
Di pagi yang hangatkan jiwaku.

(Lereng Wilis, Irenggolo)

JEMBING SASTRO.2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar