Minggu, 28 Agustus 2016

48 HUKUM KEKUASAAN

48 HUKUM KEKUASAAN

 Ringkasan 48 Hukum Kekuasaan
(THE 48 LAWS OF POWER)
ROBERT GREENE

 
HUKUM 1
JANGAN PERNAH TERLIHAT LEBIH BAIK DARI ATASAN ANDA
Senantiasalah buat atasan Anda merasa superior. Walaupun Anda ingin menyenangkan hati mereka atau membuat mereka merasa terkesan, jangan terlalu berlebihan dalam menunjukkan bakat-bakat Anda, jika tidak Anda hanya akan berhasil memancing reaksi sebaliknya---memancing perasaan takut dan perasaan tidak aman mereka. Buatlah atasan Anda tampak lebih brilian daripada sesungguhnya, maka Anda akan memperoleh kekuasaan terbesar

Ketika malam dimulai, Fouquet berada di puncak dunia. Pada saat malam berakhir, ia berada di dasar dunia. VOLTAIRE, 1694-1778

Imej: Bintang-bintang di langit. Hanya boleh ada satu matahari saja pada suatu periode waktu. Jangan pernah halangi sinar matahari atau menandingi kecemerlangannya; sebaliknya, memudarlah di langit dan temukan beragam cara untuk meningkatkan kecemerlangan sinar bintang atasan anda.


HUKUM 2
JANGAN PERNAH TERLALU MEMPERCAYAI TEMAN,
TETAPI PELAJARILAH CARA MEMANFAATKAN MUSUH
Waspadalah terhadap teman-teman Anda—mereka bisa lebih cepat mengkhianati Anda, karena mereka mudah merasa iri. Mereka juga sering menjadi manja dan lalim. Tetapi pekerjakanlah seorang mantan musuh Anda, maka ia akan lebih setia daripada teman Anda, karena ia memiliki lebih banyak alasan untuk membuktikan dirinya. Sesungguhnya, ada lebih banyak hal yang harus Anda takuti dari teman Anda daripada musuh Anda. Jika Anda tidak punya musuh, carilah cara untuk menciptakan musuh.

Jika anda ingin memiliki seorang musuh yang baik, pilihlah seorang teman: Dia tahu di mana dia harus menyerang anda. DIANE DE POIIERS, 1499-1566, KEKASIH GELAP HENRI II DARI PRANCIS
Setiap kali aku menganugerahkan suatu jabatan kepada seseorang, aku menyebabkan  seratus orang tidak puas dan membuat seseorang tidak tahu berterima kasih.
LOUIS XIV, 1638-1715

HUKUM 3
SEMBUNYIKAN NIAT ANDA
Jagalah agar orang lain tetap kaget dan tidak tahu apa-apa dengan tidak pernah mengutarakan tujuan di balik tindakan Anda. Jika mereka tidak tahu apa yang sedang Anda rencanakan, mereka tak bisa mempersiapkan pembelaan diri. Bimbinglah mereka cukup jauh di jalan yang salah, lingkupi mereka dengan kebimbangan yang cukup pekat, maka pada saat mereka menyadari niat Anda, segalanya pasti sudah terlambat.

HUKUM 4
SENANTIASALAH BICARA LEBIH SEDIKIT DARIPADA YANG DIPERLUKAN
Ketika Anda mencoba membuat orang lain terkesan dengan kata-kata Anda, semakin banyak kata-kata yang Anda ucapkan, maka Anda tampak semakin biasa-biasa saja dan semakin kurang terkendali. Bahkan jika Anda mengucapkan sesuatu yang dangkal, ucapan itu pasti tampak orisinil jika Anda mengucapkannya dengan samar-samar, tanpa akhir yang jelas, dan jelimet. Orang-orang yang berkuasa membuat orang lain terkesan dan mengintimidasi mereka dengan lebih jarang bicara. Semakin banyak kata-kata yang Anda ucapkan, semakin besar kemungkinan bagi Anda untuk mengucapkan sesuatu yang konyol.

HUKUM 5
BEGITU BANYAK HAL TERGANTUNG DARI REPUTASI—JAGALAH
REPUTASI ANDA DENGAN NYAWA ANDA
Reputasi adalah landasan kekuasaan. Melalui reputasi belaka Anda bisa mengintimidasi dan menang; namun demikian, sekali reputasi itu hilang, Anda menjadi rapuh dan pasti diserang dari segala sisi. Ciptakanlah reputasi yang tak bisa diserang. Senantiasalah bersikap waspada terhadap potensi serangan dan gagalkan mereka sebelum mereka muncul. Sementara itu, belajarlah untuk menghancurkan musuh Anda dengan menguak lubang-lubang reputasi mereka sendiri. Setelah itu menyingkirlah dan biarkan orang banyak menilai mereka.

HUKUM 6
CARILAH PERHATIAN BERAPA PUN HARGA YANG HARUS DIBAYAR
Segalanya dinilai berdasarkan penampilannya, apa yang tak terlihat tidak berarti sama sekali. Jangan penah biarkan diri Anda tersesat di tengah gerombolan massa atau terlupakan. Jadilah manusia yang menonjol, jadilah seseorang yang menarik perhatian  berapa pun harga yang harus Anda bayar. Jadikan diri Anda magnet dengan tampak lebih besar, lebih berwarna-warni, dan lebih misterius daripada gerombolan massa yang membosankan dan pemalu.

HUKUM 7
MINTALAH ORANG LAIN BEKERJA KERAS BAGI ANDA, TETAPI
SENANTIASALAH TERIMA PUJIAN ATAS KERJA KERAS MEREKA
Pergunakan kebijaksanaan, pengetahuan, dan riset orang lain untuk memajukan tujuan Anda sendiri. Bantuan semacam itu bukan hanya menghemat waktu dan energi Anda yang berharga, tetapi juga akan memberi Anda aura efisiensi dan kegesitan yang luar biasa. Pada akhirnya, para penolong Anda akan terlupakan dan Anda akan diingat. Jangan pernah lakukan sendiri apa yang bisa dilakukan orang lain untuk Anda.

HUKUM 8
USAHAKAN AGAR ORANG LAIN MENDATANGI ANDA—PERGUNAKAN
UMPAN BILA PERLU
Ketika Anda memaksa orang lain bertindak, Andalah yang memegang kendali. Selalu lebih baik jika Anda menyuruh lawan Anda menghadang Anda sehingga dalam proses tersebut ia menelantarkan rencananya sendiri. Bujuk dia dengan keuntungan yang menakjubkan--- kemudian serang dia. Andalah yang memegang kartunya.

HUKUM 9
RAIHLAH KEMENANGAN LEWAT TINDAKAN ANDA, JANGAN PERNAH
MENANG LEWAT PERDEBATAN
Kemenangan sesaat apa pun yang telah Anda peroleh lewat jalan perdebatan sesungguhnya merupakan kemenangan yang terlalu banyak memakan korban; kebencian dan niat buruk yang Anda bangkitkan lebih kuat dan lebih bertahan lama daripada perubahan pendapat sesaat apa pun. Jauh lebih baik bagi Anda untuk mempengaruhi orang lain untuk sepakat dengan Anda lewat tindakan Anda tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Demonstrasikan tindakan Anda dan jangan pengaruhi orang lain dengan memaparkan pendapat Anda.

HUKUM 10
INFEKSI: HINDARILAH ORANG-ORANG YANG TIDAK BAHAGIA DAN SIAL
Anda bisa mati akibat kesengsaraan orang lain—kondisi emosional bersifat menular, sama seperti penyakit. Anda mungkin merasa menolong orang yang sedang tenggelam, tetapi Anda hanya mempercepat bencana Anda sendiri. Orang yang sial kadang menarik kesialan bagi diri mereka sendiri; mereka juga akan menarik kesialan kepada Anda. Bergaullah dengan orang-orang yang bahagia dan berntung.

HUKUM 11
USAHAKAN AGAR ORANG LAIN TETAP TERGANTUNG KEPADA ANDA
Untuk mempertahankan kebebasan Anda, Anda harus selalu dibutuhkan dan diinginkan. Semakin sering Anda dijadikan sAndaran, semakin besar kebebasan yang Anda miliki. Usahakan agar orang lain tergantung kepada Anda untuk merasa bahagia dan mencapai kemakmuran, maka Anda tidak perlu takut apa-apa. Jangan pernah ajari mereka cukup banyak pengetahuan supaya mereka bisa hidup tanpa Anda.

HUKUM 12
PERGUNAKAN KEJUJURAN DAN KEMURAHAN HATI SELEKTIF UNTUK
MEMPERDAYA KORBAN ANDA
Satu tindakan tulus dan jujur akan menutupi lusinan tindakan tidak jujur. Bertindak jujur dan murah hati dengan hati terbuka pasti bisa meruntuhkan bahkan benteng orang-orang yang paling mudah curiga sekalipun. Setelah kejujuran selektif Anda membuka lubang pada baju zirah mereka, Anda bisa menipu dan memanipulasi mereka sesuka Anda. Sebuah hadiah yang diberikan tepat waktu ---seekor kuda Troya—akan bermanfaat juga bagi Anda.

HUKUM 13
SAAT MEMINTA BANTUAN, PANCINGLAH KEPENTINGAN ORANG LAIN,
JANGAN PERNAH PANCING BELAS KASIHAN ATAU RASA SYUKUR MEREKA
Jika Anda perlu meminta bantuan dari seorang sekutu, jangan repot-repot mengingatkannya tentang bantuan dan perbuatan baik Anda di masa lalu. Dia pasti menemukan cara untuk mengabaikan Anda. Sebaliknya, bongkar sesuatu dalam permintaan Anda atau dalam persekutuan Anda dengannya yang bisa memberinya keuntungan, dan tekankan keuntungan itu secara berlebihan. Dia pasti merespons dengan antusias saat menyadari keuntungan yang bisa dia peroleh.

HUKUM 14
BERPERANLAH SEBAGAI SEORANG TEMAN, BEKERJALAH SEBAGAI
SEORANG MATA-MATA
Mengenal rival Anda sangatlah penting. Pergunakan mata-mata untuk mengumpulkan informasi berharga yang akan menjaga Anda tetap selangkah lebih maju. Akan jauh lebih baik jika Anda bisa berperan sebagai mata-mata itu sendiri. Dalam pertemuan sosial yang formal, belajarlah menggali informasi. Ajukan pertanyaan-pertanyaan tidak langsung untuk membuat orang lain mengungkapkan kelemahan dan niat mereka. Tidak ada kesempatan yang bukan merupakan peluang untuk memata-matai dengan licin.

HUKUM 15
HANCURKAN MUSUH ANDA SECARA TOTAL
Semua pemimpin yang baik sejak zaman Musa tahu bahwa seorang musuh yang ditakuti harus dihancurkan secara total. (Kadang mereka mempelajarinya lewat pengalaman pahit mereka). Jika ada satu bara api yang dibiarkan menyala, betapa pun suram ia, pada akhirnya nanti kebakaran pasti terjadi. Ada lebih banyak hal yang hilang jika Anda berhenti di tengah jalan daripada jika Anda menghancurkan musuh secara total; musuh akan memulihkan diri dan berusaha balas dendam. Hancurkan dia, bukan hanya tubuh jasmaninya, melainkan juga semangatnya.

HUKUM 16
PERGUNAKAN KETIDAKHADIRAN ANDA UNTUK MENINGKATKAN
RESPEK DAN PENGHORMATAN
Sesuatu yang terlalu sering beredar pasti turun hargana; semakian sering Anda terlihat dan terdengar, maka Anda pasti tampak semakin biasa-biasa saja. Jika Anda sudah memiliki posisi yang jelas dalam suatu kelompok, menarik diri untuk sementara waktu dari kelmpok itu akan membuat Anda lebih sering dibicarakan dan bahkan lebih dikagumi. Anda harus tahu kapan Anda harus pergi. Ciptakan nilai Anda lewat kelangkaan.

HUKUM 17
USAHAKAN AGAR ORANG LAIN SELALU MERASAKAN TEROR,
KEMBANGKAN AURA TAK BISA DITEBAK
Manusia adalah makhluk yang dibentuk dari kebiasaan yang memiliki kebutuhan yang tidak pernah terpuaskan untuk melihat kebiasaan dalam tindakan orang lain. Sifat Anda yang bisa ditebak memberi memberi mereka kendali. Balikkan situasi tersebut; tunjukkan sifat tak bisa ditebak dengan sengaja. Tindak tanduk yang sepertinya tidak konsisten atau tidak bertujuan akan membuat mereka tetap bingung, dan mereka akan merasa letih saat mencoba menjelaskan tindakan Anda. Jika dilakukan secara ekstrem, strategi ini bisa mengintimidasi dan meneror orang lain.

HUKUM 18
JANGAN BANGUN BENTENG UNTUK MELINDUNGI DIRI SENDIRI
ISOLASI ADALAH SESUATU YANG BERBAHAYA
Dunia ini berbahaya dan ada musuh dimana-mana—semua orang harus melindungi diri mereka sendiri. Suatu benteng sepertinya merupakan tempat tempat teraman. Tetapi isolasi membat Anda terekspos lebih banyak kepada bahaya—benteng itu menghalangi Anda dari informasi yang berharga, benteng itu membuat Anda tampak mencolok dan menjadi sasaran empuk. Lebih baik Anda beredar di antara banyak orang, menemukan banyak sekutu, dan berbaur. Anda terlindungi dari musuh oleh gerombolan massa.

HUKUM 19
KETAHUILAN SIAPA YANG ANDA HADAPI—
JANGAN SINGGUNG PERASAAN ORANG YANG SALAH
Ada banya jenis orang yang berbeda di dunia ini, dan Anda tak boleh menduga bahwa semua orang akan bereaksi sama terhadap strategi Anda. Jika Anda menipu atau mengakali sebagaian orang, maka mereka akan menghabiskan sisa hidup mereka dengan membalas dendam. Mereka adalah serigala berulu domba. Pilihlah korban dan musuh Anda dengan hati-hati--- jangan pernah menyinggung perasaan atau menipu orang yang salah.

HUKUM 20
JANGAN BERKOMITMEN KEPADA SIAPA PUN
Orang yang selalu terburu-buru memihak adalah orang bodoh. Jangan berkomitmen kepada pihak mana pun atau tujuan apa pun kecuali diri Anda sendiri. Dengan mempertahankan kebebasan Anda, Anda menjadi tuan atas orang lain--- mengadu-domba orang lain dan membuat mereka mengejar Anda.

HUKUM 21
BERPURA-PURALAH MENJADI ORANG TOLOL UNTUK MENANGKAP
SESEORANG YANG TOLOL- BERILAH KESAN BAHWA ANDA LEBIH BODOH
DARIPADA SASARAN ANDA
Tidak ada seorang pun yang senang merasa lebih bodoh daripada orang lain. Karena itu, triknya adalah membuat korban Anda merasa pintar—dan bukan hanya pintar, tetapi lebih pintar dari Anda. Setelah mereka yakin akan hal ini, mereka tidak akan pernah curiga bahwa Anda mungkin memiliki motif tersembunyi.

HUKUM 22
MANFAATKAN TAKTIK MENYERAH: UBAH KELEMAHAN MENJADI
KEKUASAAN
Saat Anda lebih lemah, jangan pernah berjuang demi kehormatan; sebaliknya lebih baik Anda menyerah. Menyerah memberi Anda waktu untuk memulihkan diri, waktu untuk menyiksa dan mengesalkan penakluk Anda, waktu untuk menunggu kekuasaannya berkurang. Jangan beri mereka kepuasan dengan berperang dan mengalahkan Anda—menyerahlah terlebih dulu. Dengan memberikan pipi yang lain, Anda membuatnya berang dan gelisah. Jadikan penyerahan diri Anda sebagai sarana kekuasaan.

HUKUM 23
HIMPUN KEKUATAN ANDA
Hemat kekuatan dan energi Anda dengan menjaganya agar tetap terhimpun pada titik terkuat. Anda memperoleh lebih banyak keuntungan dengan menemukan sebuah tambang yang kaya dan menggalinya lebih dalam daripada berpindah-pindah dari satu tambang yang dangkal ke tambang dangkal lainnya—kualitas selalu mengalahkan kuantitas. Saat mencari sumber-sumber kekuasaan untuk meninggikan Anda, temukanlah satu-satunya pendukung utama, sapi gemuk yang akan memberi Anda susu untuk jangka waktu lama.

HUKUM 24
BERPERANLAH SEBAGAI SEORANG PENGHUNI ISTANA YANG SEMPURNA
Seorang penghuni istana yang sempurna bertumbuh subur di dunia di mana segalanya berkisar seputar kekuasaan dan keterampilan politik. Ia telah mengasai seni berbicara secara implisit; ia menyanjung, menyerah kepada sauperior, dan memaksakan kekuasaan kepada orang lain dengan cara yang paling implisit dan anggun. Pelajarilah dan terapkan hukum-hukum seni menyanjung, maka tidak akan ada batasan yang bisa Anda capai untuk naik jabatan.

HUKUM 25
CIPTAKAN KEMBALI DIRI ANDA SENDIRI
Jangan terima peran-peran yang telah diberikan masyarakat kepada Anda. Ciptakan diri Anda sendiri dengan memalsukan identitas baru, identitas yang menuntut perhatian dan tidak pernah membuat orang lain bosan. Jadilah master imej Anda sendiri alih-alih membiarkan orang lain menentukannya bagi Anda. Lakukan gerakl-gerik dan tindakan dramatis, maka kekuasaan Anda akan bertambah dan karakter Anda pasti terlihat lebih hebat daripada sesungguhnya.

HUKUM 26
JAGALAH AGAR KEDUA TANGAN ANDA TETAP BERSIH
Anda harus terlihat seperti  suri teladan kesopanan dan efisiensi: kedua tangan Anda tidak pernah dikotori oleh kesalahan dan perbuatan buruk. Pertahankan penampilan tak tercela seperti itu dengan memanfaatkan orang lain sebagai kambing hitam dan memperalat mereka untuk menutupi keterlibatan Anda.

HUKUM 27
PERMAINKAN KEBUTUHAN ORANG LAIN UNTUK MEMPERCAYAI SESUATU
UNTUK MENCIPTAKAN PENGIKUT SETIA
Manusia memiliki keinginan yang sangat besar untuk mempercayai sesuatu. Jadilah fokus keinginan semacam itu dengan menawarkan mereka tujuan dan iman baru untuk diikuti. Usahakan agar kata-kata Anda tetap samar, tetapi sarat janji; tekankan antusiasme alih-alih akal sehat dan cara berpikir yang jernih. Berikan ritual untk dilakukan oleh para pengikut baru Anda dan mintalah mereka melakukan pengorbanan demi Anda. Tanpa adanya agama yang terorganisir dan tujuan yang besar, sistem kepercayaan baru Anda akan memberi Anda kekuasaan yang tak terhingga.

HUKUM 28
BERTINDAKLAH DENGAN BERANI
Jika Anda tidak yakin akan jalur suatu tindakan, jangan berusaha melakukannya. Keraguan Anda akan mempengaruhi tindakan Anda. Sifat penakut amatlah berbahaya: lebih baik terjun dalam suatu rencana dengan berani. Kesalahan apa pun yang Anda lakukan dengan berani bisa diralat dengan mudah dengan keberanian yang lebih besar. Semua orang mengagumi orang-orang yang berani; tidak ada seorang pun yang menghormati orang yang penakut.

HUKUM 29
BUATLAH RENCANA HINGGA TUNTAS
Akhir segala sesuatu amatlah penting. Buatlah rencana hingga tuntas dengan mempertimbangkan segala kemungkinan, konsekuensi, rintangan, dan lika-liku keberuntungan yang mungkin memutarbalikkan keadaan sehingga malah orang lain yang dipuji atas kerja keras Anda. Dengan membuat rencana hingga tuntas, Andaa tidak akan merasa kewalahan menghadapi situasi apa pun dan Anda pasti tahu kapan Anda harus berhenti. Bimbinglah keberuntungan dengan lembut dan bantulah tentukan masa depan Anda dengan berpikir jauh ke depan.

HUKUM 30
BERILAH KESAN BAHWA PRESTASI ANDA TAMPAKNYA
MUDAH SEKALI DICAPAI
Tindakan Anda harus tampak alami dan dilakukan dengan mudah. Segenap kerja keras dan latihan yang Anda kerahkan, dan juga seuat trik lihai Anda, harus disembunyikan. Saat Anda bertindak, tunjukkan kesan seolah tindakan itu mudah, seolah Anda bisa melakukan jauh libih banyak tindakan lain. Hindarilah godaan untuk mengungkapkan betapa keras usaha Anda – tindakan itu hanya memancing banyak pertanyaan. Jangan ajarkan trik Anda kepada siapa pun, kalau tidak trik-trik itu akan dimanfaatkan untuk melawan Anda

HUKUM 31
KENDALIKAN PILIHAN-PILIHAN ANDA: SURUHLAH ORANG LAIN
BERMAIN DENGAN KARTU YANG ANDA BAGIKAN
Tipuan terbaik adalah tipuan yang sepertinya memberi pilihan kepada orang lain: para korban Anda merasa bahwa mereka memegang kendali, tetapi sesungguhnya mereka adalah boneka Anda. Beri pilihan kepada orang lain yang akan menguntungkan Anda apa pun yang mereka pilih. Paksa mereka menetapkan pilihan yang lebih baik dari dua pilihan yang kurang baik, padahal kedua pilihan itu menguntungkan Anda. Berilah mereka buah simalakama: Mereka akan rugi apa pun pilihan yang mereka ambil.

HUKUM 32
BERMAINLAH SESUAI DENGAN FANTASI ORANG LAIN
Kebenaran seringkali dihindari karena kebenaran bersifat buruk dan tidak menyenangkan. Jangan pernah cari kebenaran dan realita kecuali Anda siap menghadapi amarah yang berasal dari kekecewaan. Kehidupan ini amat keras dan menyusahkan sehingga orang-orang yang bisa menciptakan asmara atau fantasi ibarat oase di tengah gurun; semua orang pasti berbondong-bondong mengikuti mereka. Ada kekuatan yang besar jika Anda menyadap fantasi massa.

HUKUM 33
KETAHUILAH KELEMAHAN SETIAP ORANG
Semua orang memiliki kelemahan, sebuah celah di dinding puri. Kelemahan itu biasanya perasaan tidak aman, emosi atau kebutuhan yang tak terkendali; kebutuhan itu juga bisa berupa suatu kesenangan rahasia yang kecil. Bagaimana juga, setelah ditemukan kelemahan itu adalah sesuatu yang bisa Anda manfaatkan demi keuntungan Anda.

HUKUM 34
JADILAH SEORANG BANGSAWAN DENGAN CARA ANDA SENDIRI
BERSIKAPLAH BAK SEORANG RAJA AGAR DIPERLAKUKAN SEPERTI
SEORANG RAJA
Cara Anda membawa diri seringkali menentukan bagaimana Anda diperlakukan: sesungguhnya, tampak vulgar atau biasa-biasa saja akan membuat orang lain tidak menghormati Anda, karena seorang raja menghormati dirinya sendiri dan mengilhami perasaan yang sama dalam diri orang lain. Dengan bersikap agung dan percaya pada kekuasaan Anda, Anda membuat diri Anda tampak ditakdirkan berkuasa.

HUKUM 35
KUASAILAH SENI MEMILIH WAKTU YANG TEPAT
Jangan pernah terlihat seolah Anda sedang terburu-buru –ketergesaan mengungkapkan kurangnya kendali terhadap diri Anda sendiri dan terhadap waktu. Senantiasalah tampak sabar, seolah Anda tahu bahwa pada akhirnya segalanya akan Anda miliki. Jadilah seorang detektif pada saat yang tepat; ketahuilah jiwa zaman itu, trend-trend yang membawa Anda menuju tampuk kekuasaan. Belajarlah mundur jika saatnya belum tepat dan belajarlah menyerang dengan ganas jika saatnya sudah tepat.

HUKUM 36
SEPELEKAN HAL-HAL TAK BISA ANDA MILIKI: MENGABAIKAN
MEREKA ADALAH PEMBALASAN DENDAM TERBAIK
Dengan mengakui bahwa suatu masalah itu sepele, Anda memberinya eksistensi dan kredibilitas. Semakin besar perhatian yang Anda berikan kepada seorang musuh, Anda membuatnya tampak semakin kuat; dan satu kesalahan kecil seringkali terlihat semakin buruk dan semakin mencolok saat Anda mencoba memperbaikinya. Kadang jalan terbaik bagi Anda adalah dengan mengabaikan segalanya. Jika ada sesuatu yang Anda inginkan namun tak bisa Anda miliki, tunjukkanlah perasaan jijik terhadapnya. Semakin sedikit minat yang Anda tunjukkan, maka Anda akan tampak semakin superior.

HUKUM 37
CIPTAKAN TONTONAN YANG MEMIKAT
Gambaran yang mencolok dan gerak-gerik simbolis yang hebat menciptkan aura kekuasaan—semua orang pasti meresponsnya. Karena itu gelarlah pertunjukkan bagi orang-orang di sekeliling Anda yang sarat visualisasi yang menarik dan simbol-simbol mencolok yang menegaskan keberadaan Anda. Saat mereka terpesona oleh tontonan Anda, tidak ada seorang pun yang akan menyadari apa yang sesungguhnya sedang Anda lakukan.

HUKUM 38
BERPIKIRLAH SESUKA ANDA, TETAPI BERSIKAPLAH
SEPERTI ORANG LAIN
Jika Anda sengaja menunjukkan pendapat Anda yang bertentangan dengan zaman, memaparkan gagasan Anda yang tidak konvensional dan cara Anda yang tidak ortodoks, orang lain pasti berpikir bahwa Anda hanya menginginkan perhatian dan bahwa Anda meremehkan mereka. Mereka akan menemukan cara untuk menghukum Anda karena Anda telah membuat mereka merasa inferior. Jauh lebih aman bagi Anda untuk berbaur dan memelihara hubungan dengan orang biasa. Bagikan ide-ide orisinil kalian hanya kepada teman-teman yang toleran dan orang-orang yang pasti menghargai keunikan Anda.

HUKUM 39
ADUK-ADUK AIR UNTUK MENANGKAP IKAN
Amarah dan emosi memang kontra-produktif. Anda harus selalu tetap tenang dan objektif. Tetapi jika Anda bisa membuat musuh-musuh Anda marah sementara Anda sendiri tetap tenang. Anda bisa memperoleh keuntungan yang pasti. Buatlah musuh Anda terkejut: Temukan celah dalam kesombongan mereka yang bisa Anda pergunakan untuk membuat kereka bingung dan untuk mengendalikan mereka.

HUKUM 40
BENCILAH SEGALA HAL YANG DIPEROLEH DENGAN CUMA-CUMA
Sesuatu yang ditawarkan secara Cuma-Cuma itu berbahaya –biasanya hal itu melibatkan entah suatu trik atau kewajiban tersembunyi. Sesuatu yang bernilai patut dibayar. Dengan membayar, Anda menghindari ucapan syukur, rasa bersalah, dan tipuan. Seringkali juga bijak jika Anda membayar harga total barang itu –keunggulan tidak bisa diperoleh dengan penghormatan. Bersikaplah royal dengan uang Anda dan jagalah agar uang Anda tetap tersebar, karena kemurahan hati adalah pertAnda dan magnet kekuasaan.

HUKUM 41
HINDARILAH MENGAMBIL ALIH POSISI SESEORANG YANG HEBAT
Apa yang pertama trjadi selalu tampak lebih baik dan lebih orisinil daripada yang muncul setelah itu. Jika Anda menggantikan seseorang yang hebat atau memiliki orangta yang terkenal, Anda harus mencapai prestasi dua kali lipat dari prestasi mereka agar Anda bisa dianggap lebih baik dari mereka. Jangat tersesat akibat bayang-bayang mereka atau terjebak di masa lalu yang tidak Anda ciptakan sendiri: ciptakan ketenaran dan identitas Anda sendiri dengan mengubah jalur sejarah. Bantai sosok aya yang suka memaksa, hina warisannya, dan raihlah kekuasaan dengan bersinar dengan cara Anda sendiri.

HUKUM 42
SERANG SI GEMBALA, MAKA DOMBA-DOMBANYA PASTI BERHAMBURAN
Masalah seringkali bisa dilacak dan disebabkan oleh satu individu tunggal yang kuat –si pengacau, si bawahan yang arogan, si peracun niat baik, jika Anda membiarkan  orang-orang semacam itu beroperasi, orang lain pasti menyerah kepada pengaruh mereka. Jangan menunggu masalah yang mereka timbulkan menjadi berlipat-gAnda dan jangan coba bernogosiasi dengan mereka –mereka tak bisa diperbaiki. Netralisir pengaruh mereka dengan mengisolasi atau menyingkirkan mereka. Seranglah sumber masalah itu maka domba-dombanya pasti berhamburan.

HUKUM 43
KENALILAH HATI DAN PIKIRAN ORANG LAIN
Paksaaan menciptakan reaksi yang akhirnya pasti merugikan Anda. Anda harus membujuk orang lain agar mau bergerak sesuai arah yang Anda inginkan. Seseorang yang telah Anda bujuk akan menjadi bidak setia Anda. Dan cara untuk membujuk orang lain adalah dengan mengetahui kondisi kejiwaan dan kelemahan setiap individu itu. Lunakkan perlawanan mereka dengan memancing emosi mereka, memanfaatkan sesuatu yang mereka anggap berharga dan perasaan takut mereka. Abaikan hati dan pikiran orang lain, maka mreka akan membenci Anda.

HUKUM 44
PERDAYA DAN PANCING AMARAH ORANG LAIN DENGAN EFEK CERMIN
Cermin melambangkan realita, tetapi juga merupakan alat yang sempurna untuk meipu. Saat Anda mencerminkan musuh-musuh Anda dengan melakukan tindakan yang persis sama seperti yang mereka lakukan, mereka tak bisa mengetahui strategi Anda. Efek cermin mencemooh dan mempermalukan mereka, membuat mereka bereaksi berlebihan. Dengan mencerminkan kondisi kejiwaan mereka, Anda membujuk mereka denga ilusi bahwa Anda memegang nilai-nilai mereka; jangan mencerminkan tindakan mereka, Anda memberi mereka pelajaran. Hanya sedikit orang yang bisa melawan kekuatan efek cermin.

HUKUM 45
SAMPAIKAN CERAMAH TENTANG KEBUTUHAN UNTUK BERUBAH, TETAPI
JANGAN PERNAH LAKUKAN REFORMASI DALAM TERLALU BANYAK
BIDANG KEHIDUPAN DALAM WAKTU SINGKAT
Semua orang memahami kebutuhan untuk berubah secara abstrak, tetapi hanya orang-orang biasa yang merupakan makhluk yang diciptakan oleh kebiasaan. Terlalu banyak inovasi bersifat traumatis dan pasti mengakibatkan revolusi. Jika Anda baru memegang tampuk kekuasaan atau Anda adalah orang asing yang sedang mencoba membangun basis kekuasaan, tunjukkanlah penghormatan terhadap cara-cara lama untuk melakukan banyak hal. Jika perubahan perlu dilakukan, berilah kesan seolah perubahan itu merasa seperti perbaikan yang halus terhadap masa lalu.

HUKUM 46
JANGAN PERNAH TERLIHAT TERLALU SEMPURNA
Terlihat lebih baik dari orang lain selalu berbahaya, tetapi yang paling berbahaya adalah tampak tidak memiliki kesalahan atau kelemahan. Iri hati menciptakan musuh-musuh bisu. Menunjukkan kelemahan sesekali dan mengakui berbagai kesalahan yang tidak berbahaya merupakan tindakan yang pintar agar Anda bisa menghindari iri hati dan tampak lebih manusiawi dan lebih mudah didekati. Hanya dewa dan orang mati yang bisa terlihat sempurna tanpa menanggung konsekuensi apa-pun.

HUKUM 47
JANGAN MELEBIHI SASARAN YANG TELAH ANDA TENTUKAN; DALAM HAL
KEMENANGAN, BELAJARLAH UNTUK TAHU KAPAN ANDA HARUS
BERHENTI
Momen kemenangan seringkali menjadi momen bahaya terbesar. Di tengah tekanan kemenangan, keangkuhan dan kepercayaan diri yang terlalu tinggi bisa mendorong Anda melewati tujuan yang telah Anda terapkan, dan dengan bertindak terlalu jauh, Anda bisa menciptakan lebih banyak musuh daripada musuh yang Anda kalahkan. Jangan biarkan kesuksesan Anda membuat Anda angkuh. Tidak ada yang bisa menggantikan strategi yang baik dan rencana yang dibuat dengan hati-hati. Tetapkanlah satu tujuan, dan setelah Anda mencapainya, lalu berhentilah.

HUKUM 48
JADILAH SEPERTI UAP YANG BERBENTUK
dengan memiliki bentuk atau rencana yang nyata, Anda rentan terhadap serangan. Alih-alih menunjukkan rencana yang bisa difahami musuh Anda, usahakan agar diri Anda tetap beradaptasi dan bergerak. Terimalah fakta bahwa Anda tidak ada apa pun yang pasti dan tidak ada hukum yang pasti. Cara terbaik untuk melindungi diri Anda sendiri adalah menjadi fleksibel dan tidak berbentuk seperti air; jangan pernah Andalkan stabilitas atau keteraturan kekal. Segalanya pasti berubah.

Istana tentunya merupakan tempat kesopanan dan pembiakan ras yang baik; jika tidak demikian, maka istana pasti menjadi tempat pembantaian dan kehancuran. Orang-orang yang sekarang tersenyum dan saling berpelukan akan saling menghina dan menusuk satu sama lain jika tidak ada tata krama ...
LORD CHESTERFIELD, 1694-1733

Tidak terlalu aneh jika domba tidak menyukai burung pemangsa, tetapi hal ini bukanlah alasan untuk mendendam kepada burung-burung pemangsa yang mengikuti domba. Dan ketika domba-domba itu berbisik-bisik sendiri, mereka berkata, ”Burung-burung pemangsa itu kejam, dan bukankah hal itu memberi kita hak untuk mengatakan bahwa lawan seekor burung pemangsa pasti baik?” tidak ada sesuatu yang secara intrinsik keliru tentang argumentasi semacam itu—meskipun para burung pemangsa akan terlihat agak bingung dan berkata, ”kami tidak dendam kepada domba-domba baik ini; sesungguhnya, kami menyukai mereka; tidak ada apa pun yang terasa lebih lezat daripada seekor domba yang empuk”
FRIEDRICH NIETZSCHE, 1844-1900

Satu-satunya cara untuk mencapai tujuan anda adalah dengan jalan kekerasan dan kelihaian. Mereka berkata bahwa kasih juga diperlukan; tetapi anda harus menunggu hari-hari baik untuk menunjukkan kasih anda, padahal kehidupan perlu dijalani setiap saat
JOHANN VON GOETHE, 1749-1832

Panah yang ditembak oleh si pemanah mungkin membunuh seseorang, mungkin juga tidak. Tetapi tipu muslihat dirancang oleh seorang manusia bijak bahkan bisa membunuh janin-janin yang masih ada dalam rahim
KAUTILYA, FILSUF INDIA, ABAD TIGA SM

Aku merenungkan dengan cara apa, dengan tipuan apa, dengan berapa banyak keragaman seni, dengan kerajinan apa seorang manusia mempertajam kepintarannya untuk menipu orang lain, dan melalui variasi ini dunia menjadi lebih indah.
FRANCESCO VETTORI, REKAN SEZAMAN DAN TEMAN MACHIAVELLI, AWAL ABAD ENAM BELAS.

Tidak ada prinsip; hanya ada peristiwa. Tidak ada yang baik dan yang jahat, hanya ada situasi. Manusia yang superior mendukung beragam peristiwa dan situasi agar bisa membimbing mereka. Jika ada prinsip dan hukum yang sudah pasti, maka banyak negara tidak akan mengubah hukum seperti cara kita berganti baju dan seorang manusia tak bisa diharapkan bersikap lebih bijak daripada satu negara.
HONORE DE BALZAC, 1799-1850

Manusia mana pun yang mencoba bersikap baik sepanjang waktu pasti hancur di antara sejumlah besar manusia yang tidak terlalu baik. Karena itu, seorang pangeran yang ingin mempertahankan otoritasnya harus mempelajari cara menjadi orang yang tidak baik dan mempergunakan pengetahuan itu, sesuai kebutuhan.
THE PRINCE, Niccolo Machiavelli, 1469-1527

Sumber : takbier-wata

1 komentar:

  1. 48 Hukum Kekuasaan karya Robert Greene,. mestinya dikasih penjelasan per bab nya bang, itu cuma judul dan resensi judul, kalau ada ulasannya lebih bagus bang,... www.aruslingkar.com

    BalasHapus