Kamis, 04 September 2014

TUJUAN HMI

Kualitas insan cita HMI adalah merupakan dunia cita yang terwujud oleh HMI  di dalam pribadi seorang manusia yang beriman dan  berilmu pengetahuan serta mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan. Kualitas tersebut sebagaimana dalam pasal tujuan (pasal 5  AD HMI)  adalah sebagai berikut :
a.       Kualitas Insan Akademis
a)     Berpendidikan Tinggi, berpengetahuan luas, berfikir rasional, obyektif, dan kritis.
b)     Memiliki kemampuan teoritis, mampu memformulasikan apa yang diketahui dan dirahasiakan. Dia selalu berlaku dan menghadapi suasana sekelilingnya  dengan kesadaran.
c)      Sanggup berdiri sendiri dengan lapangan ilmu pengetahuan sesuai dengan ilmu pilihannya, baik secara teoritis  maupun tekhnis dan sanggup bekerja secara ilmiah yaitu secara  bertahap, teratur, mengarah pada tujuan sesuai dengan prinsip-prinsip perkembangan.
b.      Kualitas Insan Pencipta : Insan Akademis, Pencipta
a)     Sanggup melihat kemungkinan-kemungkinan lain yang lebih dari sekedar yang ada dan bergairah besar untuk menciptakan bentuk-bentuk baru yang lebih baik dan bersikap dengan  bertolak dari apa yang ada (yaitu Allah). Berjiwa penuh dengan gagasan-gagasan kemajuan, selalu mencari perbaikan  dan pembaharuan.
b)     Bersifat independen, terbuka, tidak isolatif, insan yang menyadari dengan sikap demikian potensi, sehingga dengan demikian kreatifnya dapat berkembang dan menentukan bentuk yang indah-indah.
c)      Dengan memiliki kemampuan akademis dan mampu melaksanakan kerja kemanusiaan yang disemangati ajaran islam.

c.       Kualitas Insan Pengabdi : Insan Akdemis, Pencipta, Pengabdi
a)     Ikhlas dan sanggup berkarya demi kepentingan ummat dan bangsa.
b)     Sadar  membawa tugas insan pengabdi, bukan hanya sanggup membuat dirinya baik tetapi juga membuat kondisi sekelilingnya menjadi baik.
c)      Insan akdemis,  pencipta dan pengabdi adalah insan yang bersungguh-sungguh mewujudkan cita-cita dan ikhlas mengamalkan ilmunya untuk kepentingan umat dan bangsa.
d.      Kualitas Insan yang  bernafaskan islam : Insan Akademis, pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam
a)     Islam yang telah menjiwai dan memberi pedoman pola fikir dan pola lakunya tanpa memakai merk Islam. Islam akan menajdi pedoman dalam berkarya dan mencipta sejalan dengan nilai-nilai universal Islam. Dengan demikian Islam telah menafasi dan menjiwai karyanya.
b)     Ajaran Islam telah berhasil membentuk “unity personality” dalam dirinya. Nafas Islam telah membentuk pribadinya yang utuh tercegah dari split personality tidak pernah ada dilema pada dirinya sebagai warga negara dan dirinya sebagai muslim. Kualitas insan ini telah mengintegrasikan masalah suksesnya pembangunan nasional bangsa kedalam suksesnya perjuangan umat islam Indonesia dan sebaliknya.

e.       Kualitas Insan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT
a)     Insan akademis, pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT.
b)     Berwatak, sanggup memikul akibat-akibat dari perbuatannya dan sadar  dalam menempuh jalan yang benar diperlukan adanya keberanian moral.
c)      Spontan dalam menghadapi tugas, responsif dalam menghadapi persoalan-persoalan dan jauh dari sikap apatis.
d)     Rasa tanggung jawab, taqwa kepada Allah SWT, yang menggugah untuk mengambil peran aktif dalam suatu bidang dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.
e)     Evaluatif dan selektif  terhadap setiap langkah yang berlawanan dengan usaha mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
f)       Percaya pada diri sendiri  dan sadar akan kedudukannya sebagai “khallifah fil ard” yang harus melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan.

Untuk itu setiap anggota HMI harus mengembangkan sikap mental pada dirinya yang independen untuk itu :
a.       Senantiasa  memperdalam hidup kerohanian agar menjadi luhur dan bertaqwa kepada Allah SWT.
b.      Selalu tidak puas dalam mencari kebenaran
c.       Teguh dalam pendirian dan obyektif rasional menghadapi pendirian yang berbeda.
d.      Bersifat kritis dan berpikir bebas kreatif
e.       Selalu haus terhadap ilmu pengetahuan dan selalu mencari kebenaran
Hal tersebut akan diperoleh antara lain dengan jalan :
a.       Senantiasa meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang dimilikinya dengan penuh gairah.
b.      Aktif berstudi dalam Fakultas yang dipilihnya.
c.       Mengadakan tentor club untuk studi ilmu jurusannya dan club studi untuk masalah kesejahteraan dan kenegaraan
d.      Selalu hadir dan pro aktif dalam forum ilmiah
e.       Aktif dalam mengikuti karyaseni dan budaya

f.        Mengadakan kalaqah-kalaqah perkaderan dimasjid-masjid kampus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar