Sabtu, 16 November 2013

GERIMIS

GERIMIS
(JS.13)

hey perempuanku, pada setiap tletik rintik gerimis dijalanan ibukota
bergetar diriku,
sambil ku berteduh
wajahmu membayang dibalik awan

-+-

kekasih, bila musim telah berubah nanti
dan gerimis telah berhenti
dan langit telah biru
maka ulurkan selendangmu
dan kutangkap untuk mengikat jiwaku

hai perempuanku, dalam balutan jasad ini
aku kan bawamu dalam dunia yang asing
dimana canda tawa dan sedih kita rangkai
jadi anyaman masa dalam mimpi-mimpi kita

kekasih, jika jiwamu kan berontak, berontaklah!
kerna dinding zaman harus kita robek robek
kita terobos ilusi abad ini
kita bangun kedigjayaan untuk putra putri kita

kekasih, matahari kan menyengat jasad kita
semakin hitam dan menua
dan gerimis langit akan turun lagi
dimasa yang berbeda
senja pun kan menari-nari
bilakah romansa lalu akan kita ceritakan
pada dinding tua disekeliling rumah kita

bersambung....Suka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar