Jumat, 15 November 2013

de' Nisa' X

de' Nisa X
(The last poem)

de' Nisa', pagi ini langit masih diselimuti awan tipis oleh sang maha pencipta
saat kunikmati segelas teh panas dipagi hari dan musik penyemangat jiwaku
hingga kurasakan kehangatan tubuh dan jiwaku
bagai kesatuan energi yang akan gerakkan kehidupan
inilah pagiku di ibukota yang semakin menantangku
kerna masa depan dan cintaku telah terukir disini
sebagai lukisan sederhana dalam bingkai yang amat kecil
tiada sehasta, selangkahpun tiada
kerna bingkai itu telah menyatu dalam garis-garis dan wrna-warna lukisan kecil yang sederhana
dan inilah lukisan kita
lukisan kisah yang tak terpisah oleh titik atau sekedar sedetik masa

--:--

de' Nisa, pagi di ibukota telah menjadi sebuah lukisan nan sempurna
indah panorama yang telah bangkitkan jiwa
dan gerakkan jasad ini untuk menggenggam dunia
dan merangkai setiap kata dalam cinta
dan menyempurnakan waktu untuk menjemput takdir Tuhan dalam percintaan kita

de' Nisa', walau kadang rasa ini mengajakku untuk melacurkan waktu
untuk sekedar menceburkan diri pada lembah-lembah gelap
namun jiwa murniku berbicara
dan ketulusan cinta meneguhkan
kerna kemanusiaanku telah menundukkan besarnya cintaku padamu

de' Nisa', pada setiap kata telah mewakili rasa ini
perasaan sederhana namun unik
yang terus merangkai antara aku dan kau
walau jarak nan jauh
dan hanya dalam diam rasa ini tumbuh
menjulang tinggi dan kokoh
kerna berakarkan kemauan yang menancap kuat dalam keyakinanku
pada sang maha sempurna

kekasihku, namamu begitu kuat tertanam dalam jiwa dan pikiranku
namamu bagai simphony yang selalu menjadi pesona dalam hidup ini
dan selalu menjadi warna yang mencuri perhatian dalam tiap langkahku

de' Nisa', pandanglah dengan tajamnya matahatimu
rasakan dengan kuatnya nalurimu
disini ada cinta, ada tekad dan kemauan kuat
untuk menyempurnakan cinta dan dunia kita
tuk menuju haribaan Tuhan dalam kepasrahan
menyatu dalam cinta-Nya yang absolut.

JS.13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar