rindu ini belumlah tergantikan
jalanan sepi dalam renungan sepanjang
mula ku tak mengerti
namun hati terus mencari
dikau, hai perempuanku
rinduku semakin liar
tak kumengerti.
hilang, serasa angin musim yang berhembus
kemudian hilang kembali
dikau datang saat ku tak faham
jalanan sepi serasa jadi sang maestro cinta
mengarahkan segala arah yang akan ku lalui
sebuah pesona malam yang merindu
hai, ungkapku sederhana pada malam yang segera berlalu
atau biarlah kutemui dia di ujung pulau ini
segala yang pernah kurindu
segala yang pernah aku cintai
segala yang buatku gila dijalanan lalu
untukmu, kekasih yang terasa dekat disini.
JEMBING SATRO, DEPOK, 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar