Selasa, 05 Januari 2016

MENULIS DAN ARTI DARI MENULIS

MENULIS DAN ARTI DARI MENULIS

Bagiku menulis adalah hoby, suatu pekerjaan yang saya lakukan yang kadang membutuhkan waktu berjam-jam untuk menuangkan ide dan gagasan, atau sekedar corat-coret perjalanan kehidupanku dari hari ke hari, dari keletihan dan kepenatan hidup hingga segudang harapan dan cita-cita masa depan, baik diriku maupun bangsa, bangsa dan dunia ini.
Bagiku, menulis ya menulis saja. Ungkapan hati / perasaan hingga menumpahkan gagasan dan imajinasi kehidupan, menulis tidak harus mengikuti pakem-pakem yang dibatasi oleh para akademisi kampus, yang pada akhirnya kering dari kreatifitas dan gersang bahasanya, tidak seperti air menyumber yang darinya mengalir jutaan ide brilian, imajinatif, kreatif dan mampu menggerakkan jiwa seorang manusia untuk melakukan sesuatu yang tercantum/terurai pada setiap gagasan yang ada.
Menulis haruslah merdeka, tidak terbelenggu oleh logika-logika teoritis manusia yang mengerdilkan otak manusia itu sendiri. Penulis harus mampu keluar dari pakem yang ada dan mampu mencipta pakemnya sendiri. Ini masalah gaya, masalah ketajaman berpikir dan kepekaan rasa kita terhadap sekeliling kita.
Menulis dan menulislah, biarlah waktu yang akan mengkoreksi setiap kata dan unsur-unsur dari kalimat tulisan kita. Susunlah ide-ide kita agar menjadi kalimat yang hidup. Bagai bara yang siap membakar jiwa setiap pembaca. Menulis janganlah takut salah atau tulisannya akan dikritik dan dihujat. Menulis dan menulislah, sehingga akan terasahlah jiwa kita, akan semakin halus dan tajam jiwa kita. Begitu juga tulisan kita nantinya, akan semakin halus, tajam, berisi dan penuh makna.
Oleh karena itu, menulislah dengan segenap hati dan fikiran kita, sepenuh jiwa raga kita, kecerdasan akal kita, kepekaan kita, dan sehingga kejernihan akal fikir kita ini akan mampu menjadi cermin yang akan terus mencerminkan diri kita sebagai manusia seutuhnya.

AHLAN EL-FAZ




TENTANG CATATAN DAN KARYAKU

TENTANG CATATAN DAN KARYAKU

Malam ini aku terus mempertanyakan eksistensiku hingga sampai pada substansi perjuangan dalam kehidupanku kedepan.
Karya dan catatanku semakin kabur, semakin tak bermakna, seperti sampah dari pikiran dan rasaku selama ini. Terasa belum mampu aku ciptakan karya monumental yang akan mampu mengubah pandangan dunia dari masyarakatku. Apakah aku hanya mampu untuk mencipta tumpukan sampah saja!
Tidak mampukah aku tuk sekedar mencipta emas brilian dari pikiran dan rasaku! Hidup dengan tangguh, berdiri dengan kokoh dan berjalan/melangkah dengan jejakan kaki kita.
Aku tak ingin lagi untuk kedua sekedar berkarya yang hanya seperti sampah tanpa mampu mengubah realitas, membangun dunia idealitas yang pernah aku impikan dan telah ada di alam bawah sadarku, dan aku munculkan jadi realitas yang ideal. Inilah luapan kejenuhan dengan segala catatan karyaku malam ini.

AHLAN EL-FAZ