Rabu, 03 September 2014

TUJUAN DAN TARGET LATIHAN KADER DARI TAHUN 1975 - 2010

TUJUAN DAN TARGET LATIHAN KADER DARI TAHUN 1975-2010

no
tahun
Maperca/pre entry
Bassic training
Intermediate training
Advance training
keterangan
1
1975
Tujuan
Terbentuknya sikap dasar (bassic  attitude) insan akademis dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat secara teratur.

Target
1.       memiliki kesadaran beragama dalam kehidupan sehari-hari
2.       adanya pemahaman dan pengertian terhadap HMI, sehingga menumbuhkan kesadaran dalam pengabdian masyarakat.
3.       memiliki kemampuan untuk memahami dunia kemahasiswaan dan perguruan tinggi
4.       tumbuhnya kesadaran akan pentingnya fungsi dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam kehidupan masyarakat dan individu
Tujuan
Terbinanya insan mahasiswa atau insan HMI yang berkesanggupan untuk menumbuhkan gagasan kreatif dalam pengabdian dirinya sebagai pemimpin masyarakat dimasa mendatang.

Target
1.       pengembangan kesadaran beragama, berorganisasi dan bermasyarakat.
2.       mengembangkan potensi kreatif dalam diri anggota HMI dibidang keilmuan, kebudayaan dan masyarakat
3.       menimbulkan kesadaran ilmiyah atas kekurangan yang ada pada dirinya, umat islam dan bangsa indonesia dibarengi dengan usaha-usaha penyelesaianya.
Tujuan
Terbinanya anggota HMI yang mampu berkecimpung dalam kegiatan-kegiatan ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan

Target
1.       timbulnya pengertian yang menyeluruh tentang hakikat dan mission HMI
2.       Mengemban dan membentuk karakter kepemimpinan yang serba guna dalam mencapai tujuan HMI
3.       Mengembangkan nilai-nilai dasar perjuangan HMI dalam aspek individu dan masyarakat
Tujuan
Terbinanya anggota HMI yang memiliki kemampuan untuk mengemukakan dan memformulasikan gagasan-gagasan atau pemikiran-pemikiran baru serta mengkiprahkannya secara konsepsional dalam kehidupan masyarakat

Target
1.       berkembangnya potensi kreatif dalam diri anggota HMI dibidang keilmuan , kebudayaan, dan masyarakat
2.       penjajakan dan penyamaan pola berpikir secara nasional antara alumni HMI dengan anggota HMI
3.       Memperkaya HMI dengan gagasan-gagasan dan konsepsi-konsepsi yang mempunyai ruang lingkup nasional dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dan negara
4.       mengembangkan kemampuan yang profesional dalam pengabdian kemasyarakatan dan kenegaraan.

2
1983
Tujuan
Terbentuknya sikap dasar pribadi muslim yang akademis sehingga mampu mengembangkan ilmunya dan mengabdi kepada masyarakat secara terus menerus

Target
1.       Memiliki kesadaran beragama dalam kehidupan sehari-hari
2.       adanya pemahaman dan atau pengertian terhadap HMI sehingga menumbuhkan kesadaran dan ketulusan dalam mengbdi kepada masyarakat
3.       adanya kesadaran akan pengertian fungsi dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam kehidupan masyarakat

Tujuan
Terbinanya pribadi muslim yang sanggup memberikan gagasan-gagasan kreatif dalam pengabdiannya sebagai pemimpin masyarakat dimasa mendatang

Target
1.       mengembangkan kesadaran beragama dan berorganisasi dan bermasyarakat
2.       mengembangkan potensi kreatif dalam HMI dibidang keilmuan, kepemimpinan, dan kemasyarakatan
Tujuan
Terbinanya pribadi muslim yang mampu berperan dalam kegiatan ilmiyah dan kemasyarakatan serta dapat dipertanggungjawabkan

Target
1.       Terbentuknya pengertian yang menyeluruh tentang hakikat dan dan missi HMI
2.       mengembangkan dan membentuk kepemimpinan yang berakhlaq mulia dan mampu mengemban amanah organisasi
3.       mengembangkan nilai-nilai dasar islam dalam aspek individu dan masyarakat
Tujuan
Membina pribadi muslim yang berkemampuan merumuskan gagasan baru serta mewujudkan secara konsepsional dalam kehidupan sehari-hari

Target
1.       Mendayagunakan potensi kreatif dibidang keilmuan, kepemimpinan dan kemasyarakatan, mampu melahirkan gagasan dan konsepsi yang mempunyai ruang lingkup nasional dalam berbagai macam aspek yang dihadapi negara dan bangsa
2.       mengembangkan kemampuan profesional dalam pengabdian kemasyarakatan dan kenegaraan.


3
1988
Tidak ada
Tujuan
Terbinanya kepribadian muslim yang berkualitas akademis, sadar atas fungsi dan peranan dirinya dalam berorganisasi serta hak dan kewajibanya sebagai kader bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Target
-
Tujuan

Terbinanya Kader HMI yang yang mempunyai kemampuan intelektual dan mampu mengelola organisasi serta berjuang untuk meneruskan dan mengembangkan misi HMI

Target
-
Tujuan

Terbinanya kader pemimpin yang mampu mengembangkan dan menterjemahkan pemikiran konsepsional dalam gerak pembangunan secara profesional

Target
-

4
2000

Tujuan

Terbinanya kepribadian muslim yang berkualitas akademis, sadar akan fungsi dan perananya dalam berorganisasi serta hak dan kewajibanya sebagai kader umat dan kader bangsa

Target

·      Memiliki kesadaran menjalankan ajaran islam dalam kehidupan sehari‑hari
·      Mampu meningkatkan kemampuan akademis
·      Memiliki kesadaran akan tanggungjawab keurnatan dan kebangsaan
·      Memiliki Kesadaran berorganisasi

Tujuan

Terbinanya kader HMI yang mempunyai kemampuan intlektual dan mampu mengelola organisasi serta berjuang untuk meneruskan dan mengemban misi HMI


Target

·      Memiliki kesadaran intlektual yang kritis, dinamis, progresif, inovatif dalam memperjuangkan misi HMI
·      Memiliki kemampuan manajerial dalam berorganisasi

Target

Terbinanya kader pernimpin yang mampu menterjemahkan dan mentransformasikan pemikiran konsepsional secara profesional dalam gerak perubahan sosial

Target

·     Memiliki kemampuan kepernimpinan yang amanah, fathanah, sidiq dan tablik serta mampu menterjemahkan dan mentransformasikan pernikiran konsepsional dalam diamika perubahan sosial
·     Memiliki kemampuan untuk mengorganisir masyarakat dan mentransformasikan nilai‑nilai perubahan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.


5
2010

Tujuan

Terbinanya kader HMI yang mempunyai kemampuan intlektual dan mampu mengelola organisasi serta berjuang untuk meneruskan dan mengemban misi HMI

Target

·      Memiliki kesadaran menjalankan ajaran islam dalam kehidupan sehari‑hari
·      Mampu meningkatkan kemampuan akademis
·      Memiliki kesadaran akan tanggungjawab keurnatan dan kebangsaan
·      Memiliki Kesadaran berorganisasi

Tujuan

Terbinanya kader pernimpin yang mampu menterjemahkan dan mentransformasikan pemikiran konsepsional secara profesional dalam gerak perubahan sosial

Target

·      Memiliki kesadaran intlektual yang kritis, dinamis, progresif, inovatif dalam memperjuangkan misi HMI
·      Memiliki kemampuan manajerial dalam berorganisasi

Tujuan

Terbinanya kader pernimpin yang mampu menterjemahkan dan mentransformasikan pemikiran konsepsional secara profesional dalam gerak perubahan sosial

Target

·     Memiliki kemampuan kepernimpinan yang amanah, fathanah, sidiq dan tablik serta mampu menterjemahkan dan mentransformasikan pernikiran konsepsional dalam diamika perubahan sosial
·     Memiliki kemampuan untuk mengorganisir masyarakat dan mentransformasikan nilai‑nilai perubahan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.


6
2014
 .....?
 ......?
 .....?
 .....?



Rabu, 28 Mei 2014

GERAKAN MENGKADER 1000 INSTRUKTUR HMI; SAATNYA TURUN TANGAN MEMBENAHI PERKADERAN HMI



GERAKAN MENGKADER 1000 INSTRUKTUR HMI; SAATNYA TURUN TANGAN MEMBENAHI PERKADERAN HMI

Islam sebagai sebuah cara pandang, merupakan konsep integral antara Tuhan, manusia dan alam. Pemahaman akan ketiga realitas itu menentukan perilaku manusia terhadapnya. Kerangka landasan tersebut menjadikan revolusi Islam bukan hanya dalam rangka perlawanan terhadap patung-patung berhala namun secara substansi pada perlawanan penghambaan manusia terhadap materi.
Spirit ke-Tauhid-an adalah ruh bagi umat Islam dalam kontekstualisasi Nilai nilai ke-Islaman. Nilai Nilai Dasar Perjuangan sebagai Basic Ideology organisasi seharusnya dapat tersematkan dalam jiwa kader – kader himpunan sebagai pijakan; menghadapi carut marutnya strukturisasi kepengurusan ditingkat Pengurus Besar. seluruh kader HMI harus segera take action turun tangan dalam rangka pembenahan kaderisasi sehingga mampu menjawab tantangan keumatan dan kebangsaan dan dunia global yang belum selesai. Kemerdekaan dan Kedaulatan bangsa yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 merupakan unsur dasar dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT sebagaimana tertuang dalam Kalimat terakhir Tujuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Realitas tantangan BPL PB HMI bagaimana mengawal roda kaderisasi seluruh BADKO dan cabang di seluruh Indonesia dari sabang sampai merauke,  BADKO HMI yang terdiri 20 ini diwajibkan melaksanakan Advance Training dalam satu periode 1 kali, jadi selama 2 tahun ada 20 kali advance Training dengan jumlah peserta rata-rata 25 orang/training, sehingga dalam satu periode HMI punya 500 kader paripurna (doktor nya HMI). sedangkan Jumlah seluruh cabang di Indonesia ada 187 dengan kewajibannya melakukan satu kali Intermediate Training dengan asumsi peserta minimal 40 Kader HMI; jadi selama satu tahun secara kuantitas terdapat 7480 yang Memiliki kualiitas sebagai clon-calon pemimpin yang memiliki kapasitas cukup di HMI secara Nasional. Sedangkan Asumsi terburuk rekruitmen anggota di komisariat hanya 10 kader baru setiap kali Basic training yang dilakukan setiap tahun sekali, bila terdapat 187 Cabang dengan rata 10 komisariat setiap tahun HMI memiliki 18.700 itulah angka minimal perkembangan kaderisasi HMI diseluruh Indonesia.
Berpijak dari asumsi Data diatas, gerakan mengkader 1000 instruktur  HMI dalam tubuh himpunan menjadi suatu keharusan yang harus dipenuhi HMI sebagai organisasi Kader. Gerakan mengkader 1000 Instruktur HMI ini adalah langkah nyata kami dalam rangka menyediakan SDM yang berkualitas untuk menjadi guru/mentor/trainer ditubuh himpunan, dari mulai LK I, LK II, LK III juga training-training khusus lainnya. dengan asumsi training dalam satu periode PBHMI, LK III 20 kali, LK II 374 kali, LK I 3.700 kali. sedangkan dalam satu kali training dibutuhkan minimal 5 instruktur. jadi gerakan mengkader 1000 instruktur ini menjadi program prioritas yang harus dilaksanakan oleh BPL PBHMI dan BPL CABANG dalam periode 2014-2015.
Sebagai organisasi kader yang berazaskan Islam,training menjadi sebuah tugas inhern yang dilaksanakan sebagai model pendidikan dalam tubuh HMI dalam rangka mewujudkan tujuan HMI yang termaktub dalam Anggaran Dasar pasal 4 yaitu terbinanya insan akadenis pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.
Namun demikian, tak hanya sekedar menjalankan sebuah traning. Tetapi traning tersebut, haruslah dilaksanakan dengan standar tinggi, terukur dan efisien. Kegagalan dalam menciptakan sebuah proses pelatihan maka akan berimplikasi terhadap proses pembentukan watak kepribadian, pola pikir, visi, orientasi serta wawasan ke-HMI-an yang paling elementer. Hal ini karena pendidikan HMI tidak hanya sekedar melakukan transfer of knowlage, tetapi juga melakukan transfer of value
Dalam Standar Prosedur Operasional Perkaderan HMI, salah satu unsure training adalah Badan Pengelola Latihan. BPL HMI bertugas menyiapkan pengelola latihan atas permintaan pengurus HMI setingkat, Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengelola latihan dengan jalan menyelenggarakan training pengelola latihan dan mengadakan forum-forum internal di lingkungan intern BPL HMI, Meningkatkan kualitas latihan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan latihan, Membuat panduan pengelolaan training HMI, Melakukan standarisasi pengelola training dan pengelolaan training, Memberikan informasi kepada pengurus HMI setingkat tentang perkembangan kualitas dan standar pelatihan.
Begitu penting dan strategisnya peran BPL dalam menghasilkan kader-kader yang akan menjadi tulang punggung organisasi, serta  mengabdikan diri sebagai kader umat dan kader bangsa, diperlukan standar – standar khusus bagi anggota HMI yang hendak menduduki jabatan di struktur organisasi. ”Gerakan mengkader 1000 Instruktur HMI; Saatnya turun tangan Membenahi perkaderan HMIMerupakan langkah optimalisasi Peran Badan Pengelola Latihan di setiap BADKO dan Cabang guna menciptakan kondisi kaderisasi secara progresif dalam menghadapi carut marut strukturisasi yang disebabkan degradasi spirit perjuangan pada jati diri jiwa Kader. Penyelenggaraan sebuah Training-training Instruktur wajib diadakan sebagai bentuk ikhtiar dalam usaha memperbaiki kualitas kader HMI dimasa yang akan datang. 

TEAM BPL PBHMI 2014