Sabtu, 21 September 2013

JIKA INI RAMADLAN TERAKHIR-KU


JIKA INI RAMADLAN TERAKHIR-KU

Jika Engkau adalah satu titik tujuan
Maka perjalanan hidupku adalah dalam rangka menemui-MU
Engkau adalah kekasih maha terkasihku
Biarlah kusuci bersihkan cintaku pada makhluk yang fana
Dan ku kan menyatu dalam hubb-MU

Cinta ini tak terbatas oleh usiaku yang terbatas
Waktu yang berbatas pagi dan sore, siang dan malam
Tak kan mampu membatasi kecintaanku sebagai makhluk untuk menemui sang penciptanya
Dalam detik, dalam setiap nafas, dan setiap detak jantungku ini hanya kusebut namaMU yang agung
Bismillah dalam setiap awal langkahku adalah cintaku kepadaMU
Sujud dan tasbihku setiap waktu untuk mensucikan cintaku padaMU

Aku hidup adalah dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas yang telah Engkau tanggungkan padaku
Amanah yang Engkau tuliskan dalam catatan kitabMU
Sekedar menyempurnakan harkat kemanusiaan dalam ketidaksempurnaanku
Kerna aku hanyalah ketidaksempurnaan yang berjalan menuju ke maha sempurnaanMU
Bila kiranya telah Engkau cukupkan tugas dan amanah yang engkau pikulkan diatas pundak lemahku ini
Maka kiranya Engkau cukupkan usiaku dibulan yang suci
Dirumah suci yang engkau sucikan dan disucikan oleh makhlukMU dibumi dan dilangit


Jika ini ramadlan terakhir-ku
Tuhan….
Cukupkanlah nikmatMU dalam sujud dan istighfar permohonan maafku
Segala dosa yang telah melumuri dalam jejak panjang semenjak baligh ku
Dan terimalah permohonan terakhir dalam doaku
Dalam sujud dan air mataku yang menitik dikala seperempat malam
Atau kala lantunan ayat-ayatMU menggetarkan jiwa keimananku
Aku rindu untuk bertemu dengan keagungan wajahMU dalam putih jasad dan ruh-ku
Dan terimalah aku sebagai makhluk yang engkau beri rahmat ridloMU dihari perhitungan, Tuhan…

Ahlan EL-FAZ
In Villa Panguripan, 11 Ramadlan 1434 H

Rabu, 04 September 2013

de' NISA' III

de' NISA' III

dalam kata-kata biasa rasa ini tumbuh
entah esok atau lusa rasa ini akan menjulang
kokoh bagai gunung wilis
dan anggun kembang edeluwis

de' Nisa', seperti pesona mata air nan jernih
dan tenangnya arus sungai yang membelah kota dalam keindahan yang sama
dikau adalah ratu kembang setaman
bidari praba ayu mangira dimasa kini

de' Nisa', diatas istana penjalin ingin kubangun taman wulung
dan warna warni pesona bunga dalam kedamaian cinta
wahyu keprabon ilahi titah untuk sang pujangga negeri

kerna hidup adalah mengukir pada setiap jengkal tanah
dengan setiap hempasan nafas kita
menjadi sejarah negeri untuk sesekali dikenang.

JS.13
IN VILLA PANENTREMAN